Workshop Penyusunan Proposal PKM

| Sabtu, 26 - Agustus - 2006, 16:01:13
BANDUNG, itb.ac.id - Usaha Kantor Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan untuk menggalakkan penelitian di kalangan mahasiswa kembali dilakukan dengan digelarnya “Workshop Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)” di Ruang Multimedia GKU Timur 9231, pukul 09.00-12.00 WIB tadi (26/8). Di Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) terakhir yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang, 8 kelompok mahasiswa yang membawa nama ITB tidak berhasil mengukir prestasi. “Saya targetkan di Pimnas selanjutnya mahasiswa ITB harus dapat meraih bintang,” ucap Ciptati, Staf Ahli bidang Pengembangan Kesejahteraan dan Karakter Kantor WRM, di depan para peserta workshop. PKM adalah program Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) yang ditujukan untuk para mahasiswa yang memiliki kreativitas dalam melaksanakan kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dari program-program PKM yang lolos seleksi, akan dipilih program yang pelaksanaannya dianggap memuaskan untuk diikutkan di ajang Pimnas. Proposal PKM itu sendiri dibagi ke dalam 4 kategori: penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kewirausahaan, penerapan teknologi. Masing-masing proposal yang disetujui Dikti dapat memperoleh dana sampai dengan 6 juta rupiah. Dalam workshop ini para mahasiswa dibekali pengetahuan tentang proposal yang prospektif untuk lolos dari penilaian Dikti, bahasa penulisan proposal, dan juga mendengarkan cerita dari mahasiswa yang pernah mengikuti Pimnas. Dalam penyusunan proposal, Departemen Profesi dan Teknologi Kabinet Keluarga Mahasiswa ITB, bermaksud membentuk ‘Satgas Pimnas’, suatu kelompok yang terdiri dari para mahasiswa peserta Pimnas tahun-tahun sebelumnya, yang akan membagikan ilmunya dalam menyusun proposal kepada para mahasiswa peserta PKM tahun ini. Gebrakan ini disambut baik oleh WRM. Walaupun memiliki visi sebagai perguruan tinggi berbasis penelitian, dari segi jumlah proposal PKM yang masuk ke Dikti, kegiatan penelitian mahasiswa ITB kalah dibandingkan dengan IPB. Data WRM menunjukkan, pada PKM tahun lalu, mahasiswa IPB mengirimkan sekitar 200 proposal PKM, sementara hanya 20 proposal berasal dari ITB. Walau jumlah proposal yang disetujui untuk didanai Dikti tidak jauh berbeda jumlahnya dari kedua perguruan tinggi negeri ini, ini menunjukkan kurangnya semangat mahasiswa ITB untuk mengekplorasi kreativitasnya di bidang penelitian.