Symposium on Research Based Learning dari Fisika

Muhammad Arif | Sabtu, 18 - November - 2006, 01:01:17
Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan mengadakan Symposium On Research Based Learning pada hari Jum’at-Sabtu, 17-18 November 2006. Simposium ini diselenggarakan di Ruang Staf Baru Program Studi Fisika.Acara ini diorganisasi oleh tim implementasi merupakan Program Hibah Kompetisi B (PHK B0dari Dikti. Tahun ini merupakan tahun kedua bagi Program Studi Fisika dalam PHK B. Research Based Learning (RBL) sendiri termasuk sebuah metodologi yang memperkaya wawasan mahasiswa dengan penelitian.

Simposium hari pertama (17/11) diisi oleh pemateri tamu yang memberikan gambaran RBL yang pernah atau sedang dijalankan. Pemateri tamu yang hadir ialah Prof. Dr.Benny Suprapto (Fisika-UNPAR), Surya Cahyadi, S.Psi (Psikologi-UNPAD), Dr.A.Waris/Dr. Widayani (Fisika-ITB). Kepala Dirdik ITB, Dr.Ichsan Setya Putra juga hadir sebagai pematri tamu dengan materi “Understanding by Design.” Presentasi yang juga menarik ialah presentasi Murtiani Kari, M.Pd (Fisika-Universitas Negeri Padang) yang membahas contextual teaching and learning pada pembelajaran SLTP Negeri Kota Padang.

Menurut Dr. Pepen Arifin, Ketua Program Studi Fisika, symposium memberikan inseminasi, masukan dan evaluasi bagi pelaksanaan PHK B. “RBL sendiri telah diterapkan pada mata kuliah-mata kuliah Fisika sejak tahun lalu,” ujar beliau. Bahkan, beberapa materi Fisika Dasar untuk mahasiswa TPB 2006 juga telah menerapkan RBL. Ketika ditanya mengenai bagaimana bentuk RBL itu, Pak Pepen memberikan gambaran berupa tugas-tugas yang menantang.”Tidak hanya penelitian kecil tapi bisa juga tugas mencari (bahan) sendiri di internet, pokoknya apa saja yang membuat mahasiswa tidak hanya menerima teori tapi melakukannya.”

Berkaitan dengan RBL, Program Studi Fisika membentuk Kelompok Studi Mahasiswa (KSM). “KSM ini semacam kelompok kecil yang meneliti topik yang sama, proposal penelitian yang bagus tidak segan-segan akan kami danai, ‘ terang Pak Pepen lagi. Para anggota KSM dibebaskan untuk memilih topik penelitian dan anggotanya. Penelitiannya pun kebanyakan di luar penelitian untuk Tugas Akhir. Beberapa KSM yang berhasil melaksanakan penelitian hadir untuk mempresentasikan karya mereka. Heri Permadi, Suryadi, Harri Sapto Wijaya dan Agus Suroso, misalnya, menunjukkan karya mereka berupa robot pemadam api.