Menjaga Integritas dengan Menjadi Pengawas Ujian

Ria Ayu Pramudita | Selasa, 29 - Maret - 2011, 16:49:57

Sebagai pengawas ujian, orang-orang ini harus mengawal prosesi ini tidak hanya agar berlangsung secara kondusif, namun juga jujur secara akademis. ITB merupakan institusi pendidikan yang menjunjung tinggi integritas akademik, di mana setiap kecurangan akan diganjar dengan hukuman yang berat. ITB tidak akan ragu untuk mengeluarkan keputusan drop out (DO) bagi kecurangan-kecurangan akademik yang memang pantas diganjar demikian.

Di ITB, terutama untuk ujian-ujian bagi mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB), para pengawas ujian ini tak lain adalah mahasiswa ITB juga. Program-program studi yang menyelenggarakan kuliah untuk TPB biasanya membuka peluang bagi setiap mahasiswa ITB yang berminat untuk melaksanakan tanggung jawab ini. Pendaftaran biasanya dibuka beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian yang bersangkutan. Setelah tugas diselesaikan, para pengawas ujian mendapatkan imbalan yang sesuai dari masing-masing program studi penyelenggara.

Banyak mahasiswa yang mendaftarkan diri dengan berbagai motivasi: tidak hanya untuk menambah pemasukan pribadi, namun bisa juga karena tuntutan tanggung jawab (sebagai asisten mata kuliah) maupun keperluan pendanaan untuk organisasi kemahasiswaan. Namun apapun motivasinya, setiap mahasiswa yang telah diterima menjadi pengawas pada suatu ujian diharuskan untuk menjaga prosesi ujian dengan penuh tanggung jawab.

Elvira (Matematika 2007) dan Akbar (Matematika 2005) menyambut positif keputusan program-program studi ITB yang mempercayakan penjagaan ujian TPB kepada mahasiswa. "Kita jadi merasa dipercaya dan bertanggung jawab untuk menjaga budaya anti-nyontek," jelas Elvira.

Selain karena kepercayaan yang diberikan oleh program studi, kebanggaan sebagai mahasiswa ITB juga mendorong Akbar untuk menjaga integritas akademik ini. "Dulu saya bekerja keras untuk berhasil dalam ujian, jadi saya juga berharap orang lain juga mengerjakan ujian dengan kerja keras," ujarnya. Kerja keras ini tentunya tercermin dari usaha yang sungguh-sungguh dalam mempelajari materi dan sikap yang jujur selama ujian.

Menjaga Wibawa Selama Ujian

Saat ditanya mengenai pengalaman ketika menjaga ujian, Elvira mengatakan bahwa terdapat kesulitan tersendiri untuk mendapatkan perhatian para mahasiswa peserta ujian dan memulai ujian. "Seringnya mereka masih ngobrol, padahal ujian mulai 10 menit lagi. Jadi harus diingetin dulu," kata Elvira mengenang masa-masa menjaga ujian TPB.

Ketegasan memang mutlak diperlukan oleh seorang pengawas ujian. Ibarat ujian adalah negara, pengawas ujian adalah penegak hukumnya. Tanpa ketegasan, situasi kondusif dalam pelaksanaan ujian akan sulit untuk diwujudkan. Mau tidak mau, para pengawas ujian harus menampilkan wibawa agar para pengawas ujian bersama dengan para mahasiswa peserta ujian dapat menjaga ketenangan dan kejujuran dalam proses ujian.

Dalam menjaga ujian, pengawas ujian memiliki hak untuk memindahkan tempat duduk dan bahkan mencatat segala kecurigaan akan kecurangan dalam berita acara untuk ditindaklanjuti oleh dosen. Sedangkan kewajiban yang harus dilakukan antara lain adalah membacakan peraturan ujian, mengatur dan mencatat posisi duduk peserta, memeriksa kelengkapan ujian, membagikan berkas ujian, memeriksa kehadiran peserta ujian, mengingatkan sisa waktu ujian, serta memastikan berkas ujian telah dikembalikan oleh seluruh peserta ujian. Dan yang paling utama adalah menjaga ujian dari segala bentuk kecurangan akademik.

Bernie, mahasiswa TPB Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2010 mengatakan bahwa selama ini dia mendapatkan pengawas ujian yang tegas dalam bertindak. Pengawas-pengawas ujian ini tidak segan menegur jika ada hal-hal yang kurang biasa dan dengan intens mengawasi tiap-tiap peserta ujian.

Sumber gambar: di sini