Ragam Pengalaman Kerja Praktik Mahasiswa ITB

Ramasha Shella Gustia | Rabu, 25 - Januari - 2012, 21:33:45

Purbaningsih Dini Sashanti (Kriya Keramik 2008) melaksanakan kerja praktik di salah satu studio keramik yang ada di Australia. Ia mendapatkan pengalaman membuat berbagai produk keramik dari kegiatan kerja praktik tersebut di sana. Jarangnya industri kriya di Indonesia membuatnya lebih memilih untuk mencari tempat kerja praktik di luar negeri. Ia mengaku selain membuat produk keramik, ia juga belajar bekerja dengan orang lain di studio tersebut.

Facebook merupakan salah satu jejaring sosial paling populer saat ini. Berbeda dengan Dini, Listiarso Wastuargo (Teknik Informatika 2008) menjadi salah satu orang yang beruntung merasakan bagaimana atmosfir bekerja pada perusahaan ternama tersebut di Palo Alto, Amerika Serikat. Gogo, begitu ia akrab dipanggil, mengakui berbeda rasanya bekerja dengan sesama orang Indonesia dan orang asing.

"Orang-orang disini mudah memahami tanpa perlu penjelasan detail dan mandiri," ungkapnya. Pengalaman kerja praktik di Facebook memberikan Gogo pengalaman bekerja dengan orang-orang yang memiliki budaya berbeda.

Seorang Perempuan

Berbeda lagi kegiatan kerja praktik yang dilakukan oleh Ririn Restu Adiati (Teknik Lingkungan 2008). Ia melaksanakan kerja praktik di salah satu tambang batu bara di Kalimantan Selatan. Selama 32 hari, Ririn ditugaskan untuk mengumpulkan data mengenai pengelolaan limbah di sana untuk dianalisis masalah dan solusi pemecahannya.

Ririn mengungkapkan bahwa pengalaman kerja praktik ini sangat berharga karena gambar-gambar pengelolaan limbah yang biasanya hanya dapat dilihat di buku kuliah saat itu benar-benar dapat dia lihat prosesnya. Salah satu yang menarik pada kerja praktiknya yakni dari 4 ribu orang karyawan perusahaan tersebut, ia menjadi satu-satunya perempuan di sana.

Dua Perusahaan

Cerita lain semasa kerja praktik dialami Putriana Sari (Teknik Industri 2008). Tidak puas merasakan kerja praktik hanya di satu perusahaan, Putriana melaksanakan kerja praktik di dua perusahaan, Medco Energy dan PT Djarum. "Kalau di Medco, saya mengerjakan penilaian resiko kesehatan. Saya sudah diberikan panduan penilaian salah satu Key Performance Indicator (KPI) dari perusahaan, jadi tinggal melaksanakan saja. Kalau di Djarum, saya harus turun ke lapangan untuk menemukan masalah lalu mencari solusi masalahnya. Jadi benar-benar melakukan analisis dari nol," terang Putriana.

Ia juga menjelaskan bagaimana pentingnya kerja praktik sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja sebenarnya. "Terkadang apa yang ada di teori tidak sama dengan keadaan yang sebenarnya. Kita tidak bisa bilang 'Kalau di buku dijelaskan begini', kalau kenyataan berbeda bagaimana? Masalah-masalah itu yang hanya bisa didapat saat kerja praktik dan tidak dapat diperoleh dari buku manapun," terangnya.