16 Dosen FSRD ITB Terbang ke Belanda Untuk Studi Artefak

Nida Nurul Huda | Senin, 9 - Juni - 2014, 19:11:01

Para dosen tersebut terdiri dari latar belakang yang berbeda-beda, seperti desain grafis, periklanan multimedia, dan desain tekstil. Selama di Belanda, yakni pada (08-28/06/14), para dosen tersebut akan mengikuti tailor-made training tentang Metodologi Desain Komunikasi Visual (DKV) berdasarkan Budaya Warisan Tradisional dalam  Mendukung dan Mengembangkan Ekonomi Kreatif Indonesia.

MDF Training & Consultancy bekerjasama dengan the Reinwardt Academy dan the Netherlands Museum Advisors Foundation menjadi pengampu pelatihan. Selama tiga minggu di Negeri Kincir Angin, para dosen tidak hanya belajar teori di kelas tapi langsung mempraktekkan hasil belajarnya ke lapangan. Mereka juga akan berkunjung ke beberapa museum, seperti Stedelijk Museum, Rijksmuseum, dan Tropenmuseum, untuk belajar tentang artefak asli Indonesia dan pengelolaan museum.

Menurut  Indy Hardono (Koordinator Beasiswa Nuffic Neso Indonesia), Tailor-made training merupakan bentuk pelatihan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan FSRD ITB. Diharapkan, selepas  dari pelatihan ini, para dosen dan peneliti tersebut memiliki kapasitas lebih dalam riset dokumentasi dan analisis artefak budaya Nusantara. 

"Melalui training seperti ini, FSRD ITB dapat belajar dari MDF yang merupakan lembaga terkemuka di Belanda yang sangat berpengalaman dalam mengelola training dengan bekerja bersama pelatih yang ahli di bidang desain komunikasi visual dari Reinwardt Academy dan the Netherlands Museum Advisors Foundation," ujar Indy, seperti (via Okezone.com), Jumat (6/6/2014).

Dr.Imam Santosa, M.Sn (Dekan FSRD ITB) menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah Belanda yang telah memberikan beasiswa StuNed. "Pelatihan ini akan mendukung program ITB sebagai center of Indonesian art, yang akan menyediakan database artefak di bidang culture heritage," kata Imam. Peserta dipilih melalui proses seleksi dan mendapatkan beasiswa penuh meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, perjalanan internasional, dan asuransi selama di Beland.

sumber: okezone.com