Gubernur Jabar dan Rektor ITB Resmikan Masjid dan Sarana Prasarana ITB Jatinangor

Nida Nurul Huda | Senin, 19 - Januari - 2015, 22:22:52

Masjid Sebagai Pusat Pengembangan Islam oleh Civitas Akademik

Pada peresmian tersebut hadir pula Dinas Permukiman dan Perumahan, Dinas Kehutanan, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Staf Rektorat Unpad, Kapolres Sumedang, dan staf eksekutif ITB Jatinangor. Menurut Bambang Riyanto (Dinas Permukiman dan Perumahan), pembangunan masjid di wilayah kampus ITB Jatinangor selain bertujuan untuk memnuhi kebutuhan sarana ibadah juga sebagai pusat pengembangan agama Islam oleh civitas akademik. "Masjid ITB Jatinangor dibangun di wilayah yang strategis, dekat dengan masyarakat. Pembangunan masjid ini diharapkan dapat membangun interaksi antara mahasiswa dan masyarakat sekitar", ujar Bambang.

Pembangunan masjid ini berawal dari sayembara yang dimenangi oleh Fajar Ihsan, S.T (ITENAS) yang merancang konsep bangunan masjid sesuai aspek fungsi dan estetika. Masjid yang berdiri di atas lahan seluas 5000 m2, terdiri dari 2 lantai dan memiliki kapasitas sampai 700 jamaah. Masjid ini juga dilengkapi menara setinggi 40 m.


Masjid Al-Jabbar, Masjid Berbagai Makna


Selanjutnya, acara peresmian dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor ITB dan Gubernur Jabar. Menurut Rektor ITB, pembangunan kampus ITB Jatinangor yang dimulai di tahun 2010 telah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu sarana hasil kerjasama ITB dengan Pemprov Jabar adalah masjid kampus ITB Jatinangor.

Di hari peresmian masjid, diresmikan pula nama masjid yang disepakati bernama Al-Jabbar. Al-Jabbar diambil dari nama salah satu Asmaul Husna yang berarti Yang Maha Besar. Selain itu menurut Rektor ITB dan Gubenur Jabar sendiri, Al-Jabbar memiliki makna lain. Dalam bahasa matematika kata Al-Jabbar dekat dengan Aljabar yang merepresentasikan kampus ITB sebagai kampus teknologi yang sangat dekat dengan kegiatan berhitung. Lalu, Al-Jabbar juga sangat dekat dengan akronim Jabar yang berarti masjid tersebut terletak di Jawa Barat.

"Keberadaan masjid mutlak adanya di dalam wilayah pendidikan. Masjid hadir untuk membangun keseimbangan rohani dan jasmani manusia. Masjid juga sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan bangsa melalui pengembangan generasi muda di wilayah pendidikan", jelas Ahmad Heryawan.