Ridwan Djamalludin Tinggal Selangkah Lagi Menjadi Ketua IA-ITB

Bayu Septyo | Rabu, 27 - Januari - 2016, 10:52:37

Pemilihan umum yang diikuti oleh empat kandidat ini telah dimulai pengambilan berkasnya sejak awal November tahun lalu. Dari total pengambil berkas sebanyak 8 nama, tersisa empat nama yang akhirnya melenggang hingga voting day berlangsung. Mereka adalah Ridwan Djamaluddin yang kini aktif dalam Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya; Pontas Romulo Tambunan, alumnus Jurusan Teknik Pertambangan yang berkiprah sebagai pengusaha muda; Riza Falepi, lulusan Jurusan Teknik Elektro yang kini berkarya sebagai Wali Kota Payakumbuh; dan Hiramsyah Sambudhy Thaib, alumnus Jurusan Arsitektur yang menduduki jabatan Presiden Direktur PT Teknologi Riset Global Investama.

Pemilu dalam Kongres IX IA-ITB kali ini memberikan gebrakan melalui inovasi remote voting yang diberi nama &pos;I-Vote'. Nama tersebut selain memberi kesan persuasif untuk mengajak pemilih dalam memilih, juga sebagai singkatan dari media voting itu sendiri, Internet-Voting. Hal ini ditetapkan Henry untuk memudahkan para pemilih di berbagai tempat yang kesulitan menjangkau lokasi TPS. Selain itu, disajikan pula Live Streaming selama rangkaian pemilu berlangsung. "Kendala terbesar kita ya yang 94.000 pemilih itu. Itu ada dimana-mana. Kita mengatasinya dengan streaming, agar dapat dikawal keberjalanannya dan dirasakan atmosfirnya juga. Agar nantinya juga ikut memilih, walaupun lewat I-Vote", ungkap Khalid, salah satu Panitia Pusat yang bertugas di Aula Timur ITB lalu.

Dalam hasil pemilu yang diumumkan, terdapat suara masuk 11.251 suara dari jumlah total pendaftar sebanyak 14.609 alumni. Sesuai nomor urut calon, Ridwan meraih 3.502 suara, lalu sebanyak 2.200 suara, sedangkan Riza dan Hiram masing-masing sebanyak 2.810 dan 2.714 suara. Hasil ini kemudian dilengkapi dengan 25 suara tidak sah dan ditetapkan sebagai hasil pemilu sementara.

Diantara suara yang masuk, sebagian besar pemilih memanfaatkan layanan I-Voting karena berbagai sebab. Sebelumnya, banyak pemilih yang mengkhawatirkan failure-nya server dan mengakibatkan sistem down sehingga pemilihan menjadi bermasalah. Hal tersebut terindikasi dari terlambatnya pembukaan pemilu dari jadwal yang ditetapkan. Hal ini juga yang mengakibatkan pemilih di TPS beralih untuk memilih secara I-Vote. Namun, Didik Fotunadi, selaku Ketua Bidang Pemilu Panitia Pusat meyakinkan hal tersebut bukan menjadi kendala utamanya. Mundurnya pemilihan, terang Didik, merupakan akibat dari berbagai rangkaian Kongres lainnya yang harus dilaksanakan terlebih dahulu di hari H.